Sven Goran Eriksson resmi melatih Timnas Filipina di Piala AFF 2018

Timnas Filipina memberi kabar mengejutkan menjelang Piala AFF 2018. Pada Sabtu (27/10/2018), media massa lokal Filipina yaitu Inquirer, menulis bahwa Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) telah meresmikan untuk merekrut Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih kepala baru bagi Timnas Filipina.
Diketahui bahwa mantan pelatih Timnas Inggris di Piala Dunia 2006 tersebut sepakat menjadi nahkoda bagi Timnas Filipina selama enam bulan, dan juga dengan catatan yang dimungkinkan adanya perpanjangan kontrak setelah itu.
Sven-Goran Eriksson didatangkan untuk mengasuh the Azkals dalam dua turnamen terdekat yaitu Piala AFF 2018 dan juga Piala Asia 2019. Kedatangan pelatih yang telah berusia 70 tahun itu menggeser posisi dari Scott Cooper, yang sudah mendampingi tim sejak pekan akhir Agustus 2018.
Namun, PFF sudah memastikan bahwa Scott Cooper tidak akan hengkang dari jajaran tim pelatih the Azkals. Mantan pelatih dari Mitra Kukar itu mendapat tugas untuk membantu Eriksson.
“Kami akan menggunakan seluruh sumber daya atau kekuatan kami untuk mencapai target,” kata Dan Palami, manajer Timnas Filipina.
Dan Palami menambahkan, perekrutan dari Sven-Goran Eriksson untuk menunjukkan keseriusan Timnas Filipina dengan mencetak sejarah dalam keikutsertaan mereka di dua turnamen tersebut.
“Kami sangat gembira memiliki Sven dalam tim,” ucap Palami.
“Dengan reputasi, pengalaman, dan pengetahuannya, tak ada keraguan lagi dia bisa membantu tim mencapai level selanjutnya. Ada banyak negara dan klub yang menginginkan service Sven, tapi kami mampu menjual kepadanya ide untuk meninggalkan warisannya, di sini, di Filipina,” tutur Palami.
Sven-Goran Eriksson disebut sudah bertemu skuat The Azkals ketika mereka menggelar pemusatan latihan di Doha, Qatar, pada jeda internasional FIFA medio bulan ini.
Palami juga menyatakan tak ada masalah buat Eriksson dan Cooper untuk bekerja sama dalam tim. “Ini akan jadi pengalaman belajar menyenangkan saat dia menangani tim,” ujar Palami.
Di Piala AFF 2018, Timnas Filipina tergabung bersama di Grup B Indonesia, Thailand, Timor Leste, dan Singapura. Sementara di Piala Asian 2019, the Azkals berada di Grup C bersama Korea Selatan, China, dan Kirgizstan.

Respon pihak manajemen Persib atas sindiran Mario Gomez

Kritikan dari pelatih Persib Bandung yaitu Mario Gomez, terhadap manajemen Persib langsung mendapat respons dari para petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Komisaris Utama PT PBB yaitu Zaenuri Hasyim, akan melakukan komunikasi langsung dengan pelatih yang berasal dari Argentina tersebut dalam waktu dekat.
Zaenuri heran terhadap ucapan Gomez saat tiba di Bandung kepada media bahwa tim berjalan sendiri tanpa ada perhatian dari manajemen Persib. Semua tuduhan tersebut. kata Zaenuri, sangat tidak benar.
“Dia ngomong tidak diperhatikan oleh manajemen. Kalau pertandingan kan ada organisasinya, Pak Umuh sebagai manajer dan harus selalu mendampingi. Kalau saya, Pak Teddy, dan Pak Kuswara tidak harus di situ (lapangan),” jawab Zaenuri di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Jumat malam (26/10/2018).
Menurut Zaenuri, bahwa itu merupakan hal yang tidak pantas jika seorang pelatih menyalahkan kepada manajemen tanpa ada jelas permasalahannya. Terlebih selama ini dari pihak manajemen lancar memberikan gaji kepada pelatih Mario Gomez.
“Dia (Gomez) mau mengalihkan perhatian kekalahan beruntun dengan terus menyalahkan kepada manajemen, tentu kami tidak bisa menerima,” imbuh Zaenuri.
“Saya akui dia pelatih bagus. Bahkan selama saya mengikuti Persib, pelatih bagus adalah dia, tapi sepertinya dia tidak mengerti dengan kerja manajemen, kecuali kalau tidak digaji, dia mau ribut atau mau teriak-teriak kami pasti terima dan itu haknya dia. Tapi, selama ini gaji untuk dia lancar,” jelas Zaenuri.
Itulah mengapa, lanjut Zaenuri, Mario Gomez segera dipanggil manajemen untuk lebih fokus menyelesaikan dari tujuh pertandingan yang tersisa di Liga 1 2018, sesuai kontrak yang telah disepakati.
“Kami akan mengkomunikasikan langsung kepada Gomez. Dia diberi tugas menyelesaikan tujuh pertandingan dengan baik. Dan diminta menyadari, dia punya hak dan kewajiban sebagai seorang pelatih,” kata Zaenuri.
“Kami berharap kalau ada masalah-masalah yang menyangkut antara dia sebagai pelatih dengan manajemen, kami minta menyelesaikan dengan baik. Tidak perlu disampaikan ke media karena itu urusannya antara dia dengan kami,” lanjut mantan Pangdam III/Siliwangi ini.

PSM membawa 19 pemain ke Madura untuk menjaga tren positif

PSM Makassar hanya membawa 19 pemain untuk menghadapi Madura United pada pertandingan pekan ke-28 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Senin (29/10/2018).
Sang pelatih PSM yaitu Robert Alberts, mengungkapkan bahwa skuat yang diasuhnya tersebut hanya ingin menjaga tren positif setelah mencatatakan enam kemenangan secara beruntun. Rombongan dari PSM telah bertolak ke Madura via Surabaya pada Sabtu siang (27/10/2018).
PSM pun butuh meraih kemenangan pada saat melawan Madura demi menjaga jarak dengan pesaing terdekatnya yaitu Persija Jakarta. PSM untuk saat ini telah memperoleh 50 poin dengan unggul lima poin dari Persija. Tetapi, Macan Kemayoran masih menyimpan satu partai sisa dengan melawan Persela Lamongan.
“Saya tekankan ke pemain agar fokus di setiap partai. Kami sudah berada di jalur yang benar meski terlalu dini bicara soal gelar musim ini,” ujar Robert.
Dalam daftar rombongan tersebut, nama dari Ferdinand Sinaga telah kembali lagi masuk tim yang sebelumnya absen pada dua laga terakhir PSM yaitu melawan Mitra Kukar dan juga Persib Bandung karena mengalami cedera engkel.
Sebaliknya, striker yang berpaspor Hong Kong, Alessandro ‘Sandro’ Ferrerira, diberi kesempatan untuk beristirahat karena sedang sakit demam. Begitu pula dengan Hasim Kipuw dan juga Zulham Zamrun yang saat ini masih harus menjalani perawatan.
Menghadapi Madura, Ferdinand harus bersaing dengan Guy Junior yang posisinya sebagai striker utama. Sosok Guy terlihat sangat berperan pada empat laga terakhir PSM. Striker yang statusnya sebagai pemain naturalisasi ini telah mencetak empat gol dan dua assist.
Terakhir, Guy yang musim lalu membawa Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 2017, mencetak gol tunggal kemenangan PSM atas Persib Bandung di pekan ke-27.
Skuat PSM ke Madura
Rivky Mokodompit, Imam Arif Fadillah, Zulkifli Syukur, Reva Adi Utama, Steven Paulle, Wiljan Pluim, Marc Klok, Guy Junior, Abdul Rahman, Fauzan Jamal, Ardan Aras, Hendra Wijaya, M. Rahmat, Rasyid Bakri, M. Arfan, Heri Susanto, Saldy, Ferdinand Sinaga, Agi Pratama

Penilaian Seto Nurdiyantoro terhadap Timnas Indonesia U-19 jelang melawan Jepang

Timnas Indonesia U-19 telah dijadwalkan dengan menghadapi Jepang di babak perempat final Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (28/10/2018).
Apabila mereka mampu untuk menaklukan skuat yang diasuh oleh Masanaga Kageyama, Witan Sulaiman bersama kawan-kawannya. Dapat dipastikan lolos untuk melaju ke semifinal dan juga sekaligus merebut tiket ke Piala Dunia U-20 di Polandia, pada tahun depan.
Mantan striker dari Timnas Indonesia yaitu Seto Nurdiyantoro, memberi penilaian bahwa Tim Garuda Nusantara memiliki peluang yang besar untuk meraih kemenangan. Meskipun disebut banyak pihak kualitas dari Jepang setingkat di atas, tim yang diasuh oleh Indra Sjafri telah memiliki keunggulan yang dapat dimaksimalkan.
“Ciri khas permainan cepat yang selama ini dilakukan Timnas U-19 bisa jadi senjata utama. Mereka punya kecepatan dan itu harus dimanfaatkan untuk membongkar pertahanan Jepang,” ungkap Seto seusai laga Persita Tangerang versus PSS Sleman di Stadion Benteng Taruna Sport Center, Jumat (26/10/2018).
Jika demikian, Timnas Indonesia U-19 pantang bermain negatif football dengan menerapkan sistem bertahan total. Seto tak membantah dari hal itu. Hanya saja, pelatih dari PSS tersebut berharap untuk semuanya harus kompak dalam hal bertahan dan juga menyerang.
“Dalam artian kerjasama antarpemain inilah yang jadi penentu di lapangan. Coach Indra pasti juga sudah menyiapkan strategi yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan analisis selama ini,” tegas penyerang Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000 tersebut.
Seto berharap, motivasi bermain Timnas U-19 harus terus mengapung setelah meraih kemenangan dengan menaklukan Uni Emirat Arab (UEA) di laga terakhir babak penyisihan. Sebab, dari semangat juang itulah yang akan menjadi modal penting di pertandingan berikutnya.
“Secara kualitas pemain Timnas Indonesia U-19 mampu memberikan perlawanan. Semangat dan motivasi harus dipupuk dan diapungkan sembari secara teknik dan strategi dijalankan dengan baik,” katanya.
Dari 16 tim peserta di penyisihan grup, delapan tim memastikan tiket bermain di fase perempat final Piala AFC U-19 2018. Mereka adalah Qatar, Indonesia (Grup A), Jepang, Thailand (Grup B), Korea Selatan, Australia (Grup C), dan Arab Saudi, Takijistan (Grup D).
Dari data tersebut, wilayah Asia Tenggara hanya diwakili Indonesia dan Thailand lantaran Vietnam dan Malaysia gugur, tak mampu bersaing di grup masing-masing, yakni Grup C dan D.

Dua pemain Timnas Indonesia U-19 berburu gelar top scorer Piala AFC U-19

Walaupun harus bersusah payah untuk mencapai babak 8 besar Piala AFC U-19 2018, kualitas dari Timnas Indonesia U-19 masih layak untuk diacungi jempol. Karena skuat Garuda Nusantara telah mampu menjawab dari keraguan dengan aksi yang meyakinkan.
Timnas Indonesia U-19 harus berhadapan dengan Chinese Taipei, Qatar, dan Uni Emirat Arab di Grup A Piala AFC U-19. Pada saat pertama, mereka mampu melewati rintangan dari Chinese Taipei dengan meraih kemenangan 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (18/10/2018).
Tetapi, setelah itu Timnas Indonesia U-19 harus masuk situasi yang sulit. Dikarenakan mereka mengalami drama 11 gol dengan takluk 5-6 dari Qatar pada laga matchday kedua, Minggu (21/10/2018). Beruntung, skuat asuhan dari Indra Sjafri itu bisa memaksimalkan peluang lolos ke 8 besar.
Kepastian itu didapat Timnas Indonesia U-19 berkat kemenangan yang tipis 1-0 atas UEA, Rabu (24/10/2018). Kemenangan itu cukup dengan syarat untuk meloloskan Indonesia yang statusnya sebagai runner-up Grup B. Mereka unggul head to head atas UEA dan kalah head to head dari Qatar.
Bagi Timnas Indonesia U-19, lolos hingga ke babak 8 besar Piala AFC U-19 2018 adalah sejarah besar. Itu karena terakhir mereka lolos ke 8 besar terjadi di ajang Piala AFC U-19 pada tahun 1978. Di balik kesuksesan tersebut, ada peran beberapa pemain yang cukup menonjol.
Bahkan, terdapat dua pemain Indonesia yang ikut bersaing dalam perebutan gelar top scorer Piala AFC U-19. Mereka adalah Todd Rivaldo Ferre dan juga Witan Sulaiman. Untuk Todd Rivaldo, ia menunjukkan aksi memukau saat melawan Qatar.
Ia masuk sebagai pengganti Muhammad Rafli di menit ke-56. Meski baru masuk, ia langsung menunjukkan peran vitalnya dengan membukukan hattrick di menit ke-65, ke-73, dan ke-81. Berkatnya, Indonesia bisa mengejar dari tertinggal 1-6 jadi 5-6.
Untuk Witan, kontribusinya sudah terlihat sejak matchday pertama melawan Chinese Taipei. Ia telah mencatatkan dua gol dalam kemenangan 3-1 Indonesia di menit ke-70 dan ke-89. Selanjutnya, ia jadi penentu kemenangan atas UEA berkat gol di menit ke-23.

Bojan Malisic kembali membela Persib setelah latihan di Serbia

Bojan Malisic akan kembali untuk membela Persib Bandung pada saat menjamu Bali United di pekan ke-28 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang direncanakan akan digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Selasa (30/10/2018).
Bek yang berasal dari Serbia itu harus absen membela Maung Bandung untuk beberapa pertandingan terakhir akibat mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI.
“Sudah cukup lama bagi saya tidak main dan saya sudah lapar untuk menang. Bagi saya, ini seperti ada target besar di hadapan saya,” ujar Bojan seusai latihan Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (26/10/2018).
Bojan mengakui bahwa sanksi larangan bermain untuk empat pertandingan ternyata merupakan kali pertama yang didapatnya selama berkarier sebagai pesepak bola.
“Saya sebelumnya tidak pernah menerima sanksi panjang seperti ini hingga empat pertandingan. Tapi, kalian tahu kami tidak bisa berbuat apa pun. Jadi, saya terima ini dan pada dasarnya ada pertemuan di Jakarta dengan federasi, tapi saya tidak mengerti untuk apa saya datang ke sana (Komding PSSI),” jelas Bojan.
Dengan adanya pertemuan di Komding PSSI, lanjut Bojan, setidaknya ada harapan pengurangan sanksi untuknya. Tetapi, sampai saat ini tidak penjelasan sama sekali.
“Saya pikir dengan adanya pertemuan itu dan saya hadir, setidaknya ada pengurangan sanksi satu laga, tapi ternyata tidak ada. Tapi, sekarang saya senang kembali ke tim dan senang akan kembali bermain,” tuturnya.
Di sisi lain, selama terkena sanksi dengan larangan bermain, Bojan mengakui bahwa ia pulang ke negaranya yaitu Serbia, tetapi disana ia tetap berlatih dengan memanggil pelatih khusus secara langsung.
“Saya pulang ke Serbia karena tidak ada yang dilakukan di Bandung. Hampir satu bulan tidak melakukan apa pun, jadi saya pulang ke Serbia dan berlatih dengan pelatih pribadi. Saya selalu melakukan itu ketika pramusim jadi saya berlatih di sana untuk menjaga kondisi,” ungkap Bojan.
“Jadi, saya tidak pernah merasa istirahat tanpa latihan. Ketika ada waktu luang untuk pulang ke rumah, saya selalu menggunakan itu dengan latihan mandiri,” kata pemain bernomor punggung 4 di Persib ini.

Pemain Lechia Gdansk mendoakan Egy Maulana bermain di Piala Dunia U-20

Egy Maulana diharapkan untuk dapat bermain di Piala Dunia U-20 yang akan berlangsung di Polandia, pada tahun depan. Rekan satu tim Egy Maulana di Lechia Gdansk pun juga mendoakan untuk Egy Maualana bisa membawa Timnas Indonesia U-19 ke Piala Dunia U-20.
Saat ini, Timnas Indonesia U-19 sudah melangkah hingga ke babak perempat final Piala AFC U-19. Mereka telah lolos ke fase gugur dengan statusnya sebagai runner up Grup A. Pada Rabu (24/10/2018), Garuda Nusantara meraih kemenangan dengan skor akhir 1-0 atas Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemenangan itu membuat Timnas Indonesia U-19 unggul head to head dari UEA.
Usai pertandingan, Egy Maulana mengatakan bahwa dirinya langsung mendapat ucapan selamat dari para pemain Lechia Gdansk. Bahkan klub yang berasal dari Polandia itu juga mendoakan kesuksesan Egy Maulana bersama Timnas Indonesia U-19.
“Klub sangat mendukung. Mereka sudah memberikan selamat kepada saya karena berhasil mencapai perempat final dan berharap saya bisa bermain di Piala Dunia,” kata bintang Timnas Indonesia U-19 berusia 18 tahun itu, dikutip dari situs AFC.
Syarat tampil di Piala Dunia U-20 tahun depan, Timnas Indonesia U-19 harus memastikan mereka ke babak semifinal Piala AFC U-19. Di babak perempat final Piala AFC U-19, Garuda Nusantara akan menghadapi juara bertahan yaitu Jepang, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, akhir pekan ini. Yang artinya, Timnas Indonesia U-19 butuh satu kemenangan untuk tampil di Polandia.
“Kami hanya berjarak 90 menit. Ini merupakan pertama kali dari 40 tahun terakhir dan memberi kami motivasi tambahan untuk melakukan yang terbaik,” kaya Egy Maulana.
“Dengan doa dari semua orang dan kerja keras, kami berharap bisa melakukannya (tampil di Piala Dunia U-20),” ujarnya melanjutkan.
Egy Maulana dan kawan-kawan memang layak untuk bermimpi besar. Mereka telah menciptakan sejarah baru untuk sepak bola Indonesia di pentas Piala AFC U-19.
Bagi Timnas Indonesia U-19, kepastikan lolos ke perempat final merupakan kali pertama sejak 1978. Saat itu, timnas Indonesia U-19 langsung kandas di babak 8 besar karena kalah 0-2 dari Korea Utara.

Pelatih Persebaya menilai Osvaldo layak kembali ke Timnas Indonesia

Osvaldo Haay telah menampilkan aksi yang impresif bersama timnya yaitu Persebaya Surabaya dari dua laga terakhir. Dia telah mencatatkan empat gol dalam dua laga tersebut, meskipun bermain dengan posisi baru sebagai striker, bukan menjadi pemain sayap seperti posisi aslinya.
Yang terbaru adalah pemain yang berusia 20 tahun tersebut mencetak hattrick pertama dalam kariernya ke gawang Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis malam (25/10/2018). Dari penampilannya ini seolah ingin menunjukkan bahwa dia pantas untuk kembali masuk Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2018.
Osvaldo merupakan pemain andalan dari Timnas Indonesia U-22 dan juga Timnas Indonesia. Namun, dia tidak lagi dipanggil semenjak dicoret dari skuat untuk bermain di Asian Games 2018.
Pelatih Persebaya yaitu Djadjang Nurdjaman, mempunyai penilaian bahwa pemain andalannya itu sangat layak untuk masuk ke Timnas Indonesia. Apalagi, Osvaldo saat ini dapat memiliki opsi untuk bermain di dua posisi, yaitu striker atau sayap.
“Osvaldo sangat mungkin masuk Timnas Indonesia lagi. Sebenarnya dia dipanggil dalam persiapan Asian Games 2018, tapi tidak masuk skuat akhir. Memang saat itu persaingan di sektor sayap cukup seru,” katanya.
“Sekarang dia bisa dipanggil dengan opsi lain sebagai striker. Saya beranggapan dia sangat layak dipanggil lagi masuk ke timnas,” imbuh pelatih yang akrab disapa Djanur itu.
Osvaldo bisa disebut sebagai keberhasilan racikan cerdik dari pelatih Djanur. Idenya untuk memainkan Osvaldo sebagai pemain striker muncul pada saat striker yang asli yaitu David da Silva, mengalami cedera dan sementara itu striker lokal juga kurang tajam.
Di sisi lain, Osvaldo juga enggan berandai-andai terkait kemungkinan dirinya untuk dipanggil ke Timnas Indonesia. Dia hanya ingin fokus untuk membantu Persebaya yang sudah jelas membutuhkan jasanya saat ini.
“Saya sebenarnya tidak mau berpikir untuk timnas karena sudah dicoret. Kalau memang dipanggil, saya selalu siap karena ini urusan negara. Tapi, saya pikirkan untuk tim ini, Persebaya, untuk memberikan penampilan terbaik,” ungkap mantan pemain Persipura Jayapura itu.

Pelatih Jepang angkat bicara perihal Timnas Indonesia U-19

Sang juara bertahan Piala AFC U-19 yaitu Jepang, harus menyingkirkan lawannya yaitu Timnas Indonesia U-19 agar dapat mewujudkan ambisi untuk mempertahankan gelar juara mereka. Walaupun banyak yang memberi penilaian bahwa mereka akan bisa mewujudkan target itu, tetapi Timnas Jepang U-19 memilih tetap membumi.
Pelatih Timnas Jepang U-19 yaitu Masanaga Kageyama, menegaskan kalau tim asuhannya belum mencatatkan prestasi apa pun di Piala AFC U-19 2018. Kendati, perjalanan di fase grup, terbilang mulus.
Yang harus diketahui bahwa Timnas Jepang U-19 memperoleh poin sempurna di penyisihan Grup B Piala AFC U-19 2018 dengan mengoleksi poin sembilan hasil dari menang melawan Korea Utara 5-2 (19/10/2018), Thailand 3-1 (22/10/2018), dan juga pesta gol melawan Irak 5-0 (25/10/2018).
Dari hasil tersebut, Jepang mencatat 10 gol dan hanya kebobolan tiga gol saja. Pencapaian itu dapat dibilang apik, lantaran dari Grup A, B, dan C, Jepang merupakan satu-satunya kontestan mampu menyapu bersih kemenangan.
“Hari kami pemain bermain sangat baik, tak hanya dalam serangan melainkan juga dalam pertahanan. Tapi, kami belum mencapai apa pun,” kata Kageyama seusai mengalahkan Irak.
“Pertandingan selanjutnya akan sangat sangat penting buat kami. Jadi, kami akan fokus untuk memenangi laga melawan Indonesia,” imbuhnya.
Kageyama mengungkap bahwa skuatnya terus mengalami kemajuan selama tampil di Piala AFC U-19 2018. Ia mengacu pada dua penampilan awal, yakni saat melawan Korea Utara dan Thailand. Dalam dua laga itu, Yuta Taki dkk. masih kebobolan.
Dua gol kemasukkan pada laga pertama, satu gol kebobolan pada matchday kedua. Namun, pada matchday ketiga, gawang mereka bisa clean sheet dan bahkan mampu mencetak lima gol ke gawang lawan. Padahal, di saat melawan Irak, Jepang saat itu dijamin untuk lolos ke perempat final sebagai juara Grup B.
Seusai menaklukan Irak, Kageyama baru angkat bicara terkait Timnas Indonesia U-19, lawan yang akan dihadapi di babak perempat final, Minggu (28/10/2018), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Saya akan memikirkan tentang Indonesia mulai sekarang. Mereka tim yang sangat sangat tangguh, seperti yang kami lihat pada babak kedua saat melawan Qatar dan Uni Emirat Arab,” kata Kageyama.
“Dan, mereka juga punya satu lagi keuntungan, stadion,” imbuh sang pelatih mengacu pada teror yang bakal diberikan suporter Timnas Indonesia U-19 kepada mereka saat pertandingan nanti.

Melihat kekuatan lawan Timnas Indonesia U-19 di perempat final

Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan menghadapi Jepang di babak perempat final Piala AFC, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018). Menilik kekuatan di atas kertas, Jepang memang bukanlah lawan mudah untuk ditaklukkan.
Dengan status juara bertahan membuat skuat arahan Masanaga Kageyama menjadikan unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Jepang pun ternyata sudah menunjukan jati dirinya. Dalam tiga pertandingan Piala AFC U-19 2018, Yuta Taki dan kawan-kawan menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.
Teranyar, Jepang telah membuat Irak pasrah dengan lima gol tanpa balas ketika menjalani matchday terakhir Grup B, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (25/10/2018).
Ternyata performa menawan Jepang sejatinya sudah terlihat sebelum memulai turnamen sebenarnya. Tim yang berjuluk Samurai Biru tersebut menunjukan sosok yang meyakinkan ketika menjalani tiga laga uji coba menghadapi Canary Islands, Republik Ceko, dan juga Spanyol.
Jepang meraih kemenangan atas Canary Island dan Republik Ceko. Tetapi, Jepang harus takluk 0-2 dari Spanyol di pertandingan laga uji coba tersebut.
Akan tetapi, hasil dari uji coba itu secara tidak langsung menegaskan status Jepang menjadi sebagai raksasa Asia. Performa yang apik mereka karena tangan dingin sang pelatih membentuk taktik yang baik.
Pelatih Timnas Indonesia U-19 yaitu Indra Sjafri, secara langsung mengamati permainan Jepang melawan Irak.
Masanaga ternyata cukup jeli dalam memanfaatkan materi dari para pemain Jepang. Formasi 4-4-2 pun yang dipilih sang pelatih untuk melakoni setiap pertandingan di Piala AFC U-19 2018. Taktik dengan formasi tersebut membuat permainan Jepang menjadi cair. Para pemain mereka leluasa untuk bertukar posisi ketika menyerang lini pertahanan lawan.
Startegi berjalan sesuai rencana karena Jepang juga didukung sejumlah pemain yang punya teknik olah bola mumpuni. Salah satunya adalah Takefusa Kubo.
Sosok yang dijuluki Lionel Messi dari Jepang tersebut mempunyai kecepatan di atas rata-rata. Dia tidak ragu untuk menggiring bola dan melewati sejumlah pemain demi masuk hingga ke kotak penalti lawan. Dengan kemampuannya, Takefusa dengan mudah mengancam pertahanan lawan. Dia telah menorehkan satu gol untuk Jepang sepanjang turnamen bergulir.
Akan tetapi, tidak hanya Takefusa pemain yang patut dijaga oleh timnas Indonesia U-19. Jepang memiliki penyerang andalan produktif di Piala AFC U-19 2018 yaitu Koki Saito. Saito telah mencatatkan tiga gol. Teranyar, dia mencatatkan namanya di papan skor ketika menang 5-0 atas Irak.