Tidak Perlu Menjadi Kapten Untuk Menjadi Pemimpin

Tidak Perlu Menjadi Kapten Untuk Menjadi PemimpinPaul Pogba tidak berpikir dirinya perlu tetap menjadi kapten Manchester United hanya untuk menunjukkan kualitas kepemimpinannya.

Paul Pogba bersikeras dirinya tetap dapat menjadi kapten Manchester United walaupun dirinya sudah mengembalikan gelang kapten kepada Antonio Valencia.
Pemain bintang Prancis tersebut dipilih menjadi kapten pada pertandingan melawan Leicester City yang berakhir dengan kemenangan pada hari Jumat. Dirinya berhasil menunjukkan permainan yang berwibawa, sekaligus juga mampu mencetak gol lewat tendangan penalti.
Setelah itu Pogba tidak begitu disarankan untuk menjadi penerus permanen Michael Carrick sebagai kapten klub, akan tetapi Valencia malah mendapat anggukan dari sang manajer Jose Mourinho – keputusan yang dilaporkan membuat sedih sang pemain gelandang.
Hubungan antara Pogba dengan Moruinho diyakini sedang sedang semenjak beberapa bulan yang lalu. Bahkan sang pemain mengatakan dirinya bisa saja didenda jika dia mengatakan apa yang dia inginkan setelah pertandingan melawan Leicester.

Akan tetapi, soal menjadi pemimpin dalam tim United, Pogba mengatakan dirinya tidak memerlukan gelang kapten hanya untuk menjalankan tugas seperti itu.
“Ketika saya pertama kali di United, Rio Ferdinand merupakan kaptennya dan Patrice Evra juga,” Ucap Pogba yang dilansir dari FourFourTwo.
“Kemudian saya pergi ke Juventus dan Giorgio Chiellini adalah kaptennya, kemudian Gianluigi Buffon juga merupakan seorang kapten.”
“Ketika saya masih muda, Michael Carrick terkadang juga menjadi kapten. Saya belajar dari mereka semua, tetapi saya tidak berpikir ada buku yang mengajarkan bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin.”
“Ini bukan hanya soal memakai gelang kapten. Saya sudah sering berbicara kepada teman-teman saya.”
“Bukan sebuah peran yang saya berikan kepada saya sendiri. Saya hanya mencoba untuk membantu tim sebanyak mungkin, sama seperti bagaimana mereka juga membantu saya.”

Paul Pogba menggambarkannya sebagai sebuah ‘mimpi’ untuk menjadi kapten United di Old Trafford, setelah bergabung selama sembilan tahun.
“Saya selalu mencintai klub ini. Saya cinta dengan klub ini,” Ucap Pogba.
“Ketika saya datang di akademi, saya berkembang, saya bermain di tim pertama. Bagi saya, itu semua merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.”
“Dan mengenakan gelang ini, merupakan sesuatu yang lebih spesial karena masa lalu saya, karena para pemain yang bermain di sini, orang-orang yang sudah pernah mengenakan ini.”
“Ini benar-benar suatu kehormatan bagi saya. Ketika saya mengenakan ini, saya mendapatkan kepercayaan para fans.”
“Mereka semua disini, mereka membantu saya, rekan-rekan saya, tentu saja hal tersebut membuat saya ingin memberikan mereka kasih sayang dan memberikan mereka permainan yang baik di lapangan.”

Sevilla Mengancam Atas Peraturan Pemilihan Pemain Supercopa

Sevilla Mengancam Atas Peraturan Pemilihan Pemain SupercopaPihak klub Sevilla saat ini sedang marah atas keputusan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol soal atas kelayakan seleksi pemain untuk Supercopa de Espana.

Sevilla sudah mengancam untuk mengajukan keluhan jika Barcelona berusaha untuk mengambil lebih dari tiga pemain luar Uni Eropa untuk bermain di Supercopa de Espana.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) telah mengumumkan menjelang pertandingan antar kedua tim bahwa mereka tidak akan menghadapi pembatasan kewarganegaraan dalam mengumpulkan pasukan mereka.
Hal tersebut membuat Barca mendapat pilihan bebas untuk para pemain mereka dari rekrutan baru pemain Amerika Selatan. Kemudian pasangan Brasil Arthur dan Malcom beserta dengan Arturo Vidal dari Chile sudah tiba di Camp Nou di luar musim.
Sevilla sendiri telah memusuhi keputusan RFEF soal penggelaran Supercopa, yang secara tradisional merupakan pertandingan dua kaki, main kandang dan tandang, sebagai pertandungan satu-lawan di Tangier.
Kemudian klub asal Spanyol tersebut telah mengirim pesan lewat akun twitter resmi mereka pada hari Sabtu. Pada pesan tersebut mereka menyatakan semakin khawatir soal potensi line-up tim Barca.
“Sevilla FC saat ini terkejut atas keputusan RFEF 24 jam sebelum Super Cup,” Tulisan dari tweet di Twitter klub. “
“Telah dinyatakan bahwa sebanyak apapun pemain non Uni Eropa dapat didaftarkan sesuka hati, terlepas dari fakta bahwa pada pengumuman terakhir mereka untuk musim 18/19 mengatakan bahwa hanya boleh tiga pemain yang diijinkan, tanpa terkecuali.”

Pada lanjutan tweet klub, Sevilla mengaku pihak departemen hukum klub saat ini sudah melakukan penelitian atas masalah yang terjadi. Penelitian tersebut atas usaha Barcelona untuk membawa lebih dari tiga pemain non Uni Eropa.
“Departement hukum klub saat ini sedang mempelajari masalah ini dan usaha FC Barcelona untuk membuat pemain dengan lebih dari tiga pemain non Uni Eropa, hal ini akan menghadirkan kemungkinan dasar untuk pengajuan keluhan atas line-up yang tidak tepat.”

Meskipun begitu keberatan Sevilla sepertinya terbukti tidak berdasar. Berdasarkan laporan media Spanyol yang sudah tersebar, tercatat pemain asal Brasil, Philippe Coutinho telah mendapatkan paspor Portugis melalui istrinya. Hal tersebut juga mengurangi hambatan pemilihan Ernesto Valverde.

Napoli Saat Ini Sedang Khawatir

Napoli Saat Ini _Sedang Khawatir_Manajer Napoli, Carlo Ancelotti mengaku saat ini klubnya ‘seharusnya khawatir’ setelah kekalahan 1-3 mereka pada pertandingan persahabatan melawan Wolfsburg. Dirinya juga mengatakan “Pada saat ini kami tidak dapat mempertahankan batas tinggi.”

Partenopei sendiri saat ini masih kesulitan menghadapi masa musim panas setelah pergantian gaya permainan Maurizio Sarri dengan gaya bos baru mereka Ancelotti. Kesulitan tersebut terbukti atas kekalahan besar mereka melawan Liverpool yang berakhir 5-0.
“Kami seharusnya khawatir, karena rasa khawatir membuat kami menjadi lebih baik di waktu berikutnya,” Ucap Ancelotti pada Sky Sport Italia.
“Saya sempat khawatir setelah pertandingan Liverpool dan hal tersebut membuat kami bermain baik melawan Borussia Dortmund. Aspek Psikologi terbukti penting dan hari ini kami memainkan permainan yang buruk.”
“Disisi lain kami berhasil lebih baik soal masalah taktis, tetapi di sisi lain kami menjadi lebih buruk pada sisi pertahanan.”
“Pada saat ini kami tidak bisa mempertahankan batasan yang tinggi, karena kami tidak memiliki timing yang tepat sehingga dapat dikalahkan dengan sangat mudah. Saat ini lebih baik jika kami bertahan sedikit lebih dalam, sama seperti yang kita lakukan melawan Dortmund.”
“Ini akan menjadi pendekatan yang kami pilih di masa depan, tetapi kami memerlukan keseimbangan dan itu lebih menguntungkan karena membuat kami waspada dan membantu pertahanan.”
“Saya berpikir sebuah tim Napoli yang solid, bermain meyerang, juga teknis dan aggresif. Sempat ada kualitas yang baik di bagian gelandang hari ini, dan faktanya statistik posesi kami sudah berkembang, tetapi kami masih parah di bagian pertahanan.”
“Kami harus berkembang.”
“Beberapa pergerakan taktis perlu dilatih lagi dan lagi untuk menjadikan mereka sifat alami kedua kami.”

Akradiusz Milik merupakan pemain penyerang tengah ketika melawan Wolfsburg, dirinya juga berhasil mencetal gol. Akan tetapi ketika Dries Martens masuk pada babak kedua, posisi Milik jadi melebar.
Apakah hal ini berarti pemain Belgia tersebut akan kembali ke peran ‘lama’nya dari pada menjadi peneyerang?
“Keinginan saya adalah untuk tidak menggunakan Mertens sebagai pemain sayap, tetapi lebih dekat untuk Milik,” Ucap sang pelatih.
“Mereka dapat bergabung dengan baik dan ini merupakan pilihan penyerangan yang baik yang bisa dimiliki.”
“Saya senang musim ini akan secara resmi dimulai minggu depan, karena kami akhirnya bisa langsung mengurus bisnis.”

Jurgen Klopp Memberikan Kabar Terbaru Cedera Dejan Lovren

Jurgen Klopp Memberikan Kabar Terbaru Cedera Dejan Lovren

Jurgen Klopp mengkonfirmasikan bahwa Dejan Lovren saat ini akan absen dari tim karena cedera dibagian pelvis yang dialaminya. Akan tetapi sang pelatih mengatakan Lovren tidak akan menghilang dari klub untuk waktu yang lama.

Pemain bek tengah tersebut baru saja kembali ke Melwood pada awal minggu ini untuk memulai persiapan pramusim setelah membela timnas Kroasia di Piala Dunia 2018. Akan tetapi sang pemain sepertinya akan absen dari tim Liverpool karena masalah yang dihadapinya.”
Akan tetapi, pelatih Jurgen Klopp meyakini Lovren akan kembali ke sesi pelatih dalam waktu yang dekat.
“Dia tidak fit. Biarkan saya mengatakannya seperti ini, tahun lalu dia mengalami beberapa masalah dengan hal tersebut tetapi dia masih bisa bermain – dan bermain dengan sangat baik.” Buka sang pelatih ketika diwawancarai setelah pertandingan Liverpool melawan Westham yang berakhir atas kemenangan The Reds 4-0.

Jurgen Klopp mengaku Lovren tidak akan menghadapi masalah yang serius. Sang pelatih yakin masa pemulihan yang diterima pemain akan cukup membawa Lovren kembali ke klub.
“Hari-hari yang digunakan untuk pemulihan selalu cukup, setelah itu tidak ada masalah dan dia akan mendapat tempat di musim berikutnya.”
“Kami tidak berlatih yang banyak pada akhir musim kemarin, tentu saja, hal tersebut dikarenakan kami, kurang lebih selalu melakukan pertandingan, tetapi dia juga selalu bertanding.”

Klopp kemudian menggaris bawahi bahwa Lovren telah menjalani tiga pertandingan babak penuh plus babak tambahan ketika bermain di Russia. Hal tersebut diyakini membuat kondisi sang pemain sedikit lebih parah, tetapi kemungkinan tidak akan menjadikan Lovren absen untuk waktu yang lama.
“Sekarang di Piala Dunia 2018, bermain tiga kali untuk 120 menit membuat kondisinya sedikit lebih buruk, tetapi saya cukup yakin masalah tersebut akan selesai hanya dalam satu, dua atau tiga minggu kedepan.”
“Ketika saatnya sudah tiba dia mungkin sudah langsung berlatih, tetapi tidak melakukan program pelatihan secara penih, jadi hal tersebut akan membutuhkan waktu.”

Yang terakhir Klopp meminta semuanya untuk tidak terlalu khawatir. Saat ini sang pemain memang sedang absen, tetapi dia akan kembali ke tim dalam waktu yang dekat.
“Pada akhirnya, hal ini adalah hal serius tetapi tidak seserius yang kalian pikirkan,” Lanjutnya.
“Jadi bukan berarti kami akan khawatir karena dirinya akan absen sampai waktu yang tidak tau kapan. Tetapi saat ini, dirinya memang sedang tidak hadir.”

Jack Wilshere Berbicara Soal Kepergian Arsene Wenger

Mantan pemain geladang Arsenal, Jack Wilsher mengaku kepergian Arsene Wenger dari Arsenal bukan merupakan keputusan pribadi Wenger.

Arsene Wenger diberhenti tugaskan dari Arsenal pada musim lalu, dan tidak ada pemain yang mengekspektasi hal tersebut. Setidaknya itu menurut mantan pemain gelandang The Gunner, Jack Wilshere.
Penghentian Wenger diumumkan pada tanggal 20 April lalu, hal tersebut mengakhiri kisahnya bersama dengan Arsenal setelah 20 tahun menjadi manajer klub. Pria berumur 68 tahun tersebut pun mengumumkan bahwa saat itu merupakan saat yang tepat bagi dirinya untuk mundur.

Disisi lain, pada musim lalu Wilshere sempat menjadi bahan pembahasan soal masa depannya di klub setelah habis kontrak. Sampai pada akhirnya sang pemain memilih untuk pindah ke West Ham sebagai pemain berstatus bebas transfer pada bulan lalu.
Tetapi pemain kelahiran Inggris tersebut mengatakan dirinya bisa tetap bersama Arsenal jika saja Wenger tidak keluar. Sang pemain juga mengaku pemberhentian Wenger bukanlah keputusan pribadi sang manajer.
“Saya berada dalam tahun terakhir dari kontrak saya, dan saya berbicara dengan pihak manajer kala itu, Arsene Wenger, dan dia mengatakan bahwa pihak klub tidak akan memberikan saya tawaran baru dan saya diperbolehkan untuk pergi,” Ucap Wilsher kepada BBC Sport.
“Tetapi pada saat itu saya sedang cedera, dan situasinya sulit, karena saya tidak sehat dan tak mampu bermain, dan tidak banyak tim yang menginginkan saya yang cedera.”
“Jadi saya memilih untuk tinggal dan saya kembali ke tim dan mereka akhirnya memberikan saya tawaran pada Januari yang mana saya sendiri siap menandatanganinya, dan kemudian Arsene malah dikeluarkan.”
“Rasanya aneh, semuanya hanya terkejut dan Per Mertesacker, sang kapten, hanya mengucapkan beberapa kata, dan saya pikir semuanya benar-benar terkejut saat itu.”
“Aneh pokoknya. Tidak ada yang mengekspektasi hal tersebut, tetapi itu mengubah semuanya.”

Wilshere sendiri memuji penerus Wenger, Unai Emery atas kejujurannya soal peluangnya di tim utama klub.
“Saya menunggu-nunggu untuk berbicara kepada manajer baru. Dan saya sudah menunggunya, dan dia sangat brilian, dia jujur kepada saya.” Ucap Wilshere.
“Dia bilang ‘anda bisa tinggal, tetapi anda tidak akan masuk kedalam starting eleven saya’, Jadi saya berpikir saat itu merupakan saat yang tepat untuk akhirnya keluar.”

Gennaro Gattuso Tidak Akan Mengandalkan Higuain

Gennaro Gattuso Tidak Akan Mengandalkan HiguainGonzalo Higuain memiliki potensi untuk mengubah tingkat penyerangan AC Milan, akan tetapi pelatih Gennaro Gattuso berniat untuk tidak terlalu mengandalkan sang pemain.

Gennaro Gattuso bersikeras bahwa AC Milan tidak akan mampu mengatasi situasi mereka di Serie A jika mereka hanya mengandalkan Gonzalo Higuain.
Milan pada bulan ini sudah melakukan transaksi pertukaran pemain dengan Juventus. Yang mana pada transaksi tersebut mantan bintang Napoli, Higuain beserta dengan pemain belakang Mattia Caldara pindah ke San Siro. Sedangkan Leonardo Bonucci pulang kembali ke Turin.
Higuain sendiri sudah berhasil mencetak 16, 25 dan 36 gol masing-masing pada tiga musim kompetisi tingkat atas Italia sebelumnya.
Meskipun dengan kehadirannya yang dapat membawa perubahan di musim 2018-19, tetapi Gattuso tidak ingin menjadikan timnya terlalu bergantung dengan pemain kelahiran Argentina tersebut.
“Kita tidak akan pergi kemana-mana jika hanya bergantung pada satu pemain, meskipun jika itu adalah Higuain. Hal tersebut tidak cukup,” Ucap sang pelatih yang dilansir dari FourFourTwo.
“Agar bisa dipercaya oleh tim, anda harus melakukan pekerjaan di setiap minggunya, menyemangati rekan setim dan tidak mengejek mereka. Saya telah melihat semuanya itu sejak saya tiba disini.”

Gattuso menerangkan masalah yang dihadapi AC Milan adalah permainan mereka yang hebat tetapi tanpa menghasilkan kemenangan. Dan hal tersebut yang membuat mereka menyesal, dan ingin memperbaiki diri supaya hal tersebut tidak terulang lagi.
“Masalah terbesar kami pada musim lalu adalah kami bermain pertandingan yang menarik tanpa membawa pulang hasil kemenangan, dan sekarang kami mengalami rasa penyesalan yang sama, jadi hal tersebut merupakan sesuatu yang harus kami kembangkan.” Ucapnya.
“Kami harus mencoba untuk berhenti kebobolan gol pada setiap akhir babak. Akan tetapi semuanya merupakan penampilan yang baik, tim juga dalam kondisi yang baik dan dapat bermain dengan baik.”

Gattuso sendiri mengaku dirinya senang karena klub sudah memperkuat pasukannya. Dirinya juga yakin AC Milan saat ini sedang dalam langkah yang benar dan percaya, jika mampu terus berkembang seperti ini, maka mereka akan mampu menyaingin Juventus dalam waktu yang tidak lama.
“Secara umum, saya senang, karena kami sudah diperkuat pada musim panas ini. Memang benar jarak antara kami dengan Juventus masih sangat lebar, tetapi kami muda dan kami dalam jalan yang tepat.”
“Jika kamu terus seperti ini, saya pikir tidak akan lama agar kami bisa menjembatani jarak tersebut.”

Effenber Mendesak Boateng Untuk Pindah Ke PSG

Effenber Mendesak Boateng Untuk Pindah Ke PSGStefan Effenberg saat ini terkejut atas pemikiran Bayern Munchen untuk menjual Jerome Boateng dan langsung mendorongnya untuk pergi dan bergabung dengan Liga 1.

Menurut mantan kapten klub Bayern Munchen, Jerome Boateng seharusnya bergabung dengan Paris Saint-Germain jika Bayern benar-benar memutuskan untuk tidak menjaganya di klub.
Boateng telah disarankan berbagai pihak untuk meninggalkan kejuaraan Bundesliga pada akhir-akhir minggu ini. Manchester United sendiri kabarnya sempat tertarik untuk mendatangkan pemain demi bermain di Premier League sebelum masa pembelian pemain berakhir hari Kamis waktu setempat.
Dan PSG merupakan tim lain yang dikaitkan dengan pemain berumur 29 tahun tersebut. Akan tetapi kepala pelatih Bayern, Niko Kovac sudah menjelaskan dengan jelas bahwa dirinya ingin sang pemain untuk tinggal di klub.

Effenberg sendiri kagum dengan pemikiran Bayern untuk berpisah dengan Boateng. Akan tetapi pria kelahiran Jerman tersebut mengajak Boateng berpikir untuk pindah ke PSG. Hal tersebut karena Effenberg berpikir PSG akan memberikan kesempatan yang baik bagi Boateng untuk memenangi Champions League.
Effenberg juga mengingatkan bahwa klub tidak memberikan Boateng bantuan dalam bentuk yang signifikan.
“Secara pribadi, saya tidak dapat mengerti kenapa mereka mau melepaskan seorang pemain yang hebat dan berpengalaman. Tidak mungkin ada alasan yang berhubungan soal sepakbola.” Ucap Effenberg yang dilansir dari FourFourTwo.
“Tidak ada komitmen apapun dari klub untuknya. Walaupun dirinya mengalami musibah cedera, tetapi bagi saya dia merupakan salah satu yang terbaik di liga.”
“Jika saya adalah penasihat dia, saya akan menasihatinya untuk pindah ke Paris, dimana disana dia akan disambut dan akan mampu memenangi Champions League.”

Akan tetapi Effenberg tidak berpikir situasi Boateng tidak sebanding dengan situasi Robert Lewandowski.
Agen Robert sempat mengatakan pada bulan Juni lalu bahwa kliennya menginginkan suatu tantangan baru dan memulai perdebatan soal kepindahan ke Real Madrid. Akan tetapi sang pemain penyerang tersebut kelihatannya malah semakin ingin untuk tetap di Allianz Arena.
Sementara itu Effenberg berpikir bahwa merupakan resiko untuk mengawali musim dengan pemain yang jelas-jelas menginginkan untuk keluar.
“Jika seorang pemain dengan putus asa ingin pergi, maka anda harus membiarkannya pergi,” Ucap mantan pemain bintang tersebut.
“Membawa pemain yang tidak puas ke musim baru merupakan tindakan yang beresiko.”

Dominico Tedesco Akan Bersama Schalke Untuk Empat Tahun Lagi

Dominico Tedesco Akan Bersama Schalke Untuk Empat Tahun LagiKlub sepak bola Schalke telah mengikat pelatih Domenico Tedesco dalam sebuah kontrak yang memiliki jangka waktu hingga akhir musim 2021-22.

Kepala pelatih Schalke, Domenico Tedesco telah menandatangani empat tahun kontrak baru. Klub Bundesliga tersebut sudah mengkonfirmasi hal tersebut.
Dengan ini pria berumur 32 tahun tersebut akan terus memberikan komitmennya kepada klub samapi akhir musim 2021-22.
Tedesco, yang mana kontraknya akan habis pada akhir kompetisi yang akan datang, memimpin pasukan pada akhir Juni dan berhasil membawa Schalke kedalam posisi kedua di Bundesliga. Dirinya juga berhasil mencapai tahap semifinal pada DFB-Pokal.

Tedesco mengaku dirinya sangat senang ketika bekerja bersama dengan tim. Berada bersama dengan Schalke membuat sang manajer berasa seperti ada dirumah. Hal tersebut membuatnya menantikan untuk melanjutkan perjalanan sebagai bagian dari keluarga klub sepakbola Schalke.
“Saya selalu mengucapkan bahwa saya benar-benar merasa seperti dirumah disini.” Ucap Schalke yang dilansir dari laman resmi klub.
“Saya suka bekerja dengan tim ini, selalu penuh dengan kebahagiaan karena mereka selalu siap untuk mengambil langkah berikutnya sehingga kami dapat mengembangkan diri kami sendiri hingga ke level atas.”

Sang manajer juga senang kepada seluruh pihak-pihak yang ada di klub. Dirinya mengaku mereka semua memberikan semangat dan motivasi sendiri untuk dirinya dan juga pasukannya.
“Hal yang sama juga berlaku ketika bekerja bersama pihak dewan, dukungan yang berasal dari komite dan para pekerja klub.”
“Mereka memberikan kami motivasi yang banyak, untuk bermain demi para fans, yang mendukung klub ini dan timnya sendiri sangat luar biasa.”
“Oleh karena itu saya menantikan untuk menjadi bagian dari keluarga Royal Blue untuk tahun yang akan datang.”

Direktur olahraga Schalke, Cristien Heidel mengaku dirinya juga senang bisa bekerja bersama dengan Tedesco.
“kelanjutan merupakan dasar yang penting untuk tujuan yang kami sudah pasang di tahun yang akan datang, khususnya soal manajer, yang mana dari prespektif olahraga saya merupakan sosok yang paling penting dalam klub sepak bola.”
“Sebagai hasilnya, kami senang bisa memiliki Domenico Tedesco sebagai pembimbing sepakbola kami, yang memiliki bakat tambahan yang luar biasa dan sadar secara sosial, kemudian tidak hanya berani, tetapi juga inovatif dan aktif dalam komunikasi.”
“Dirinya merupakan seseorang yang sudah datang dan mampu memahami segala sesuatu tentang Schalke hanya dalam waktu yang singkat.”