Home » Main (Page 2)

Category Archives: Main

Alasan Arema ke Magelang menggunakan kereta api

Musibah yang terjadi dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, memunculkan kesedihan dan trauma tersendiri, tak terkecuali dari klub sepak bola di Indonesia, yang misalnya dari Arema FC. Selama berkompetisi, mobilitas klub termasuk tinggi yang melakukan laga tandang dengan perjalanan yang jauh harus menaiki pesawat.
Arema, menjadi salah satu di antara kontestan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, yang mengakui dengan adanya kekhawatiran tersendiri setelah insiden tersebut terjadi. Tetapi, untuk laga tandang yang terdekat yaitu melawan PSIS Semarang (4/11/2018), mereka lebih menggunakan transportasi darat yaitu kereta api.
“Kami sudah berencana menggunakan kereta api sebelum kejadian jatuhnya pesawat kemarin. Memang rencana awal, Arema tidak menggunakan pesawat menuju Magelang,” kata Milan Petrovic, pelatih Arema.
Skuat yang diasuh oleh Milan Petrovic, sebenarnya bisa saja menggunakan pesawat menuju Semarang untuk mempersingkat waktu, lalu perjalanan dilanjutkan melalui darat untuk menuju ke Magelang. Tetapi, hal tersebut tidak dilakukan. Mereka lebih memilih untuk menggunakan kereta api yang beralasan karena bisa langsung menuju Magelang dan sekaligus juga efisiensi biaya tandang.
Seperti yang diketahui, pihak manajemen Arema melakukan efisiensi untuk laga tandang setelah mereka dijatuhi sanksi dari Komdis PSSI yang harus bermain tanpa penonton hingga akhir musim sehingga untuk saat ini pemasukan manajemen jauh berkurang.
“Kami tidak masalah menggunakan kereta api. Meski lebih lama, bisa disiasati dengan recovery yang bagus. Pemain harus dapat waktu istirahat yang cukup,” jelas pelatih asal Slovenia tersebut.
Laga dengan menghadapi PSIS menjadi salah satu di antara yang terpenting saat sisa laga di musim ini, karena PSIS merupakan pesaing Arema untuk lepas dari zona degradasi.
Sementara ini, tim berjuluk Singo Edan tersebut berhasil naik ke urutan delapan. Tetapi, dari perolehan poin mereka hanya selisih dua poin saja dari PSIS yang membuntuti di posisi ke-10.
“Karena itu, kami harus lakukan persiapan dan sebaik mungkin recovery untuk pemain. Sepekan terakhir, pemain sangat lelah dengan jadwal yang padat,” imbuh Milan.
Rencananya rombongan Arema bakal menuju Magelang pada Jumat (2/11/2018). Dari perjalanan tersebut membutuhkan waktu yang kurang lebih 8 jam dari Kota Malang dengan menggunakan kereta api.

Tekanan target Piala AFF 2018 terhadap pelatih Timnas Vietnam

Pelatih Timnas Vietnam yaitu Park Hang-seo, mengakui bahwa dia di bawah tekanan Piala AFF 2018. Park mengungkapkan jika ia mendapat target dengan membawa tim berjuluk the Golden Stars tersebut meraih juara di Piala AFF 2018.
Park menuturkan, sebelum menerima tawaran untuk menjadi nahkoda bagi Timnas Vietnam per 11 Oktober 2017, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), memberikan beberapa target yang harus direalisasikannya.
Ia bahkan menuturkan, menjadi finalis Piala AFF 2018 merupakan target yang spesifik diminta dari VFF kepadanya. “Hal pertama yang disebut VFF ketika mereka mencapai kesepakatan dengan saya adalah Piala AFF 2018, jadi saya dalam tekanan saat ini,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
Sejak diasuh oleh Park, Timnas Vietnam seolah menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan di kawasan ASEAN dan bahkan mencakup Asia. Park telah membawa Timnas Vietnam U-23 menjadi finalis Piala AFC U-23 2018 dan juga semifinalis Asian Games 2018.
Praktis, asa publik sepak bola Vietnam padanya untuk Piala AFF 2018 cukup tinggi. Park, dengan sentuhan bintangnya, diharapkan mampu menghadirkan prestasi pertama di Piala AFF dalam 10 tahun terakhir.
Tetapi, Park mengakui bahwa ia buta dengan Piala AFF karena edisi tahun ini merupakan Piala AFF yang pertama kalinya. “Saya sedikit gugup karena saya tak punya banyak pengalaman dengan sepak bola di ASEAN. Ini pertama kali saya memimpin tim di Piala AFC. Saya dalam tekanan, tapi saya menerima tantangan ini,” kata Park.
Salah seorang ofisial VFF dalam wawancara dengan VnExpress mengungkap ketika mencapai kesepakatan bersama Park, ada tiga turnamen yang harus difokuskan, yakni Asian Games 2018, Piala AFF 2018, dan Piala Asia 2019. Dari ketiganya, Piala AFF jadi prioritas utama.
Dalam kontrak juga tertulis, jika Vietnam mencapai prestasi apik di Piala AFF 2018, Park akan menerima bonus khusus dari VFF.
Di sisi lain, untuk mewujudkan target itu, VFF memboyong Timnas Vietnam proyeksi Piala AFF 2018 menjalani pemusatan latihan dan uji coba di Korea Selatan.
The Golden Stars berlatih di Paju, yang merupakan markas latihan Timnas Korea Selatan. Sejauh ini mereka sudah menjalani dua uji coba, kalah 1-2 dari Incheon FC dan menang 2-1 atas Seoul FC.

Penyebab kegagalan Timnas Indonesia U-19 merebut tiket Piala Dunia U-20

Timnas Indonesia U-19 harus mengakhiri laga di ajang Piala AFC U-19 2018 dan juga sekaligus mengubur mimpinya untuk berlaga di ajang Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Merebutkan satu tiket dengan menghadapi Timnas Jepang U-19, Witan Sulaiman dkk. harus takluk 0-2 di babak perempat final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (28/10/2018).
Dua gol Jepang terlahir dari tembakan keras kaki kiri Shunki Higashi di luar kotak penalti, pada saat berakhirnya babak pertama. Lalu skuat yang diasuh oleh Masanaga Kageyama itu mengunci kemenangan dengan menggandakan gol lewat sepakan Taisei Miyashiro di menit ke-70.
Pelatih Timnas Indonesia U-19 yaitu Indra Sjafri, menyebut bahwa pemain sudah berusaha keras dengan menerapkan sistem yang dirancang sedari awal pertandingan. Hanya, timnya harus kebobolan lewat gol pertama Jepang yang dilakukan dari tendangan jarak jauh.
“Game plan sudah kami rancang untuk melawan Jepang dan mereka tidak berhasil dalam menerapkan permainan kombinasi umpan pendek dan melebar. Namun, kami lupa dengan tendangan jarak jauh mereka. Saat situasi itu, tidak ada pemain yang berusaha mem-block. Dalam pertandingan mungkin hal seperti itu bisa terjadi,” kata Indra Sjafri pada saat jumpa pers setelah berakhirnya pertandingan.
Indra menyebut dari sistem permainan yang sudah dirancang sebelumnya dengan sebaik mungkin, ternyata saat itu membuat Jepang tidak bisa untuk bermain sesuai dengan skema yang diharapkan dari awal. Hanya, kesalahan kecil dari para pemainnya yang terjadi mampu dimaksimalkan lawan untuk mencetak gol.
Secara umum, pelatih asal Padang tersebut telah puas dengan performa yang ditunjukkan para pemainnya di sepanjang laga. Apalagi, ia juga harus sabar dengan adanya beberapa masalah dengan cedera yang dialami pemainnya dan juga akumulasi kartu pemain Timnas Indonesia U-19.
“Saya puas dengan apa yang ditampilkan pemain. Saya sendiri bergulat dengan pemain yang cedera. Namun, saya melihat level permainan tim ini cukup kompetitif dengan negara-negara besar di Asia,” tegas mantan pelatih dari Bali United itu.

Pelatih Persija ingatkan The Jakmania untuk tertib di Stadion Patriot

Berita baik bagi Persija Jakarta yang akhirnya akan kembali berkandang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada saat menjamu Barito Putera di laga pekan ke-28 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, Selasa (30/10/2018).
Sadar bahwa akan ada banyaknya supporter Persija yaitu The Jakmania yang hadir untuk memberikan dukungan penuh, pelatih Persija yaitu Stefano Cugurra Teco, sangat berharap kepada suporter Macan Kemayoran tersebut untuk bisa ikut membantu perjuangan tim dengan menjaga ketertiban dan keamanan.
“Pertandingan ini semoga bisa membuat para suporter yang datang bisa menikmati jalannya pertandingan,” ujar Stefano Cugurra Teco dalam keterangan pers jelang laga di Bekasi, Senin (29/10/2018).
“Mudah-mudahan stadion penuh dan The Jakmania bisa memberikan semangat untuk para pemain, sehingga kami bisa meraih kemenangan,” lanjutnya.
Bermain di Stadion Patriot adalah hal yang paling disukai para pemain dari Persija, selain tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Sebelumnya yang harus menjalani laga terusir hingga ke Bantul di musim ini, ternyata membuat berlaga kembali lagi di Bekasi atau Jakarta menjadi sangat berharga untuk Persija.
Kembali bermain di Stadion Patriot setelah beberapa bulan terakhir dengan laga terusir, membuat Persija akan mendapatkan dukungan yang luar biasa dari suporternya seperti yang dulu. Bisa dipastikan puluhan ribu dari The Jakmania akan hadir langsung ke stadion.
“Untuk suporter, kami berharap mereka bisa menjaga suasana stadion, baik di dalam maupun di luar. Kami ingin semua tertib karena kami tidak ingin mendapatkan sanksi dari PSSI maupun PT LIB. Yang penting adalah suporter bisa membantu tim,” lanjut pelatih yang berasal dari Brasil itu.
Teco pun menegaskan betapa Persija sangat gembira untuk bisa kembali bermain di Stadion Patriot. Menurutnya, laga kandang seperti dulu di Patriot membuat semua elemen Persija merasa senang.
“Semangat pemain untuk laga ini pasti bagus. Kami semua, baik pelatih, pemain, suporter, apalagi manajemen Persija Jakarta, pasti senang main di sini. Namun, tetap saja kami harus bekerja keras untuk bisa menang menghadapi Barito Putera,” ujar Teco.

Beberapa pemain alumni Piala AFF 2016 menjadi andalan Bima Sakti

Pelatih Timnas Indonesia yaitu Bima Sakti, secara resmi belum mengumumkan dari 23 pemain yang akan dibawa ke Piala AFF 2018. Namun, dapat dilihat dari laga uji coba yang terakhir Timnas Garuda, kemungkinan besar terdapat beberapa dari alumni pemain di Piala AFF 2016 yang akan kembali dipanggil untuk membela Timnas Indonesia.
Pada saat skuat asuhan dari Bima Sakti uji coba terakhir melawan Hong Kong, merupakan kombinasi dari muka baru dan juga muka lama langganan bagi Timnas Indonesia. Dalam skuat tersebut, pemain yang paling tua adalah Alberto Goncalves dengan umurnya yang saat ini 37 tahun dan pemain paling muda yaitu Febri Hariyadi.
Di antara nama-nama tersebut telah masuk delapan pemain yang sudah tidak asing lagi di Timnas Indonesia. Mereka itu pemain yang dulu pernah bermain di ajang Piala AFF 2016 dengan asuhan dari pelatih Alfred Riedl.
Nama para pemain tersebut adalah Stefano Lilipaly, Andritany Ardhiyasa, Hansamu Yama, Andik Vermansah, Fachrudin Wahyudi Aryanto, Dedi Kusnandar, Evan Dimas, dan Abduh Lestaluhu. Pemanggilan dari para pemain tersebut bukan tanpa alasan, mengingat bahwa mereka telah dinilai sebagai pemain andalan di Timnas Indonesia.
Misalnya untuk Andritany Ardhiyasa, pada saat di Piala AFF 2016 kurang mendapatkan peran dan kemungkinan besar saat ini menjadi kiper inti bagi Timnas Indonesia.
Adapun di lini belakang, kemungkinan besar ditempati oleh Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama, hingga Abduh Lestaluhu. Kemudian, terdapat pemain yang tidak asing lagi yaitu Evan Dimas, menjadi pilihan di lini tengah bermain bersama Stefano Lilipaly, Andik Vermansah, dan Dedi Kusnandar.
Selain dilihat dari segi kualitas, pemanggilan kembali mereka untuk bermain di Piala AFF 2018 juga karena pengalaman matang yang sudah dimiliki.
Tetapi, dari semua hal tersebut hanya masih berupa prediksi dari materi kerangka di Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Pelatih Bima Sakti hingga saat ini masih memiliki waktu selama sepekan untuk meyakinkan diri sebelum membawa pemain ke turnamen yang diselenggarakan dua tahunan tersebut.

Kekalahan telak dari Arema membuat PSMS malu

Kekalahan telak yang diterima oleh PSMS Medan dengan skor akhir 0-5 pada saat menjadi tamu dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (28/10/2018), ternyata membuat peluang dari PSMS untuk lolos dari degradasi semakin berat.
Meski, dari hitungan poin PSMS masih bisa untuk menipiskan ketertinggalan tersebut dengan syarat menyapu bersih tujuh laga yang tersisa di Liga 1 bersama Bukalapak, dikarenakan mereka tertinggal lima poin dari PS Tira, yang ada satu tingkat di atas zona degradasi.
“Kami akui kemarin kami tidak bermain kuat sehingga kalah begitu telak dari Arema yang sedang bermain bagus. Banyak pihak yang menilai kami mampu memberikan perlawanan seperti saat menang di kandang Sriwijaya FC pekan lalu. Tapi, di Malang, ada beberapa pemain absen. Tapi, kami tidak ingin cari alasan karena PSMS bermain tidak bagus di Malang,” jelas pelatih PSMS, Peter Butler.
Kekalahan di markas Arema tersebut telah mencatatkan kekalahan yang telak PSMS di musim ini. Sementara untuk Arema justru mengukir rekor kemenangan terbesar pada musim ini.
Butler mengakui bahwa dari sejak menit awal, beberapa pemainnya lebih banyak membuat kesalahan yang fatal. Dua gol awal Arema juga bermula dari kesalahan pemain berposisi bek yaitu Fredyan Sugiantoro dan juga penjaga gawang yaitu Dhika Bhayangkara.
Tetapi, pelatih yang berasal dari Inggris itu tidak merotasi pemain yang membuat kesalahan karena dia berpikir bahwa pemainnya bisa bangkit dan akan memperbaiki dari kesalahan tersebut. Tetapi, faktanya lebih parah dengan tiga gol tambahan yang bersarang ke gawang PSMS.
Bahkan di menit-menit berakhirnya pertandingan, mereka hampir saja kebobolan lagi lewat penalty dari kapten Arema yaitu Hamka Hamzah. Beruntung, tendangan tersebut bisa digagalkan oleh Dhika.
“Sebelum pertandingan saya sudah sampaikan materi pemain kami mayoritas dari Liga 2. Butuh waktu untuk membuat performa tim bisa bangkit,” kata mantan pelatih Persipura Jayapura ini.
PSMS sebenarnya punya stoper tangguh, Reinaldo Lobo. Namun, pemain asal Brasil itu tidak absen saat melawan Arema sehingga pertahanan PSMS harus kebobolan lima gol.

Rahasia Utam Rusdiana menjadi kiper utama Arema

Posisi kiper utama Arema FC sepenuhnya akan menjadi milik Utam Rusdiana hingga di akhir musim ini. Dikarenakan, kiper yang berasal dari Sidoarjo tersebut sudah menjadi pilihan utama dalam delapan pertandingan terakhir.
Pada saat melawan PSMS Medan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (28/10/2018), Utam memperlihatkan progres yang luar biasa. Dengan lima penyelamatan yang apik dilakukannya sehingga Arema menang dengan lima gol tanpa adanya kebobolan.
Setelah pertandingan berakhir, Utam memang mengakui ada grafik yang meningkat di penampilan dalam dirinya. Hal itu tidak lepas dari permainan duetnya dengan pemain belakang seperti dengan kuartet Alfin Tuasalamony, Hamka Hamzah, Arthur Cunha, dan Ahmad Alfarizi.
“Sekarang komunikasi juga lebih baik dan terbiasa karena kiper harus selalu berkoordinasi dengan pemain belakang,” tegasnya.
Dalam setiap pertandingan, Hamka Hamzah terlihat paling sering untuk berkomunikasi bersama Utam. Tak jarang Hamka harus berbicara dengan nada yang tinggi apabila melihat Utam salah untuk mengantisipasi bola.
Tetapi, hal itu pun juga membuat banyak mendapat masukan. Terutama dari segi penempatan posisi sehingga saat ini dia lebih sering melakukan penyelamatan yang baik. “Bagi kiper, kalau sering dapat kesempatan bermain, tentu feeling ball juga terus meningkat,” jelas Utam.
Apabila ditotal, untuk musim ini Utam sudah diberi kesempatan bermain dalam 12 pertandingan dan kebobolan 14 gol. Meski, cukup banyak kebobolan, dalam dua pertandingan terakhir, Utam tidak lagi dengan memungut bola dari gawangnya sendiri.
Kebetulan di sisa laga untuk musim ini, Arema sudah tidak lagi dijadwalkan dengan menghadapi tim besar, jadi dapat diprediksi tekanan terhadap pertandingan bagi tim berjuluk Singo Edan tersebut tidak terlalu besar. Lawan yang tersisa adalah PSIS Semarang, Barito Putera, Perseru Serui, PS Tira, Persela Lamongan, dan Sriwijaya FC.
Meski begitu, Utam tinggal menjaga fokus dalam setiap pertandingan karena dia tidak ingin kesempatan sebagai kiper utama Singo Edan lepas, mengingat bahwa perjuangan untuk mendapatkan posisi tersebut sangat berat.
Utam, yang diawal musim jadi kiper ketiga Arema, harus bersaing dengan beberapa kiper berpengalaman. Kini ada kiper asing Srdan Ostojic dan Kurniawan Kartika Ajie. Jika Utam bermain buruk, posisinya siap digeser oleh dua kiper tersebut.

Kegagalan Timnas Indonesia U-19 ke Piala Dunia

Timnas Indonesia U-19 harus takluk dengan skor akhir 0-2 dari Jepang pada laga perempat final Piala AFC U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Maka dari ini membuat skuat Garuda Nusantara gagal untuk lolos ke semifinal dan sekaligus juga gagal berlaga ajang Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Sementara itu, Jepang lolos ke babak empat besar dan mereka akan menghadapi pemenang antar Arab Saudi melawan Australia.
Skuat Garuda Nusantara harus mendapat perlawanan sengit dari Jepang di menit-menit awal pertandingan. Pergerakan dari Takefusa Kubo dan juga Taisei Miyashiro di lini depan ternyata mampu membuat kewalahan barisan belakang Timnas Indonesia U-19.
Saat laga baru berjalan 11 menit, Jepang berhasil menjebol gawang Indonesia lewat penampilan dari Daiki Hashioka. Akan tetapi, gol tersebut dianulir oleh wasit karena Hashioka dalam posisi offside saat menerima umpan tendangan bebas dari rekannya yaitu Kubo.
Masuk menit ke-22, Hiroki Ito mengancam gawang Timnas Indonesia. Beruntung, bola hasil sepakan kaki kiri Ito yang memanfaatkan umpan dari Shunki Higashi mampu untuk dihentikan oleh kiper Muhammad Riyandi.
Timnas Indonesia U-19 beberapa kali mampu mengancam gawang Jepang lewat penampilan dari Saddil Ramdani di menit ke-27 dan 36′. Akan tetapi, bola hasil tendangan Saddil saat itu masih belum menemui target.
Ketika pertandingan berjalan 40 menit, Jepang berhasil untuk memimpin lebih dulu. Bola hasil tembakan keras kaki kiri dari Shunki Higashi di luar kotak penalti, menembus gawang Timnas Indonesia U-19. Hingga akhir babak pertama, skor 1-0 bagi keunggulan Jepang tetap bertahan.
Setelah turun minum, Timnas Indonesia U-19 mencoba untuk melancarkan beberapa serangan ke pertahanan Jepang. Lutfi Kamal coba melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti di menit ke-51. Tetapi, upaya dari Lutfi untuk membawa Indonesia menyamakan kedudukan belum menemui sasaran.
Pada menit ke-68, bagi Saddil Ramdani yang memberikan ancaman ke gawang Jepang. Sayang, eksekusi dari tendangan bebas Saddil masih bisa digagalkan oleh kiper Jepang yaitu Kosei Tani.
Saat laga berjalan 70 menit, Taisei Miyashiro berhasil untuk menambah keunggulan bagi Jepang. Bola hasil tembakan kaki kanan Miyashiro dari dalam kotak penalti melesat hingga masuk ke dalam gawang Indonesia.
Memasuki menit-menit akhir, pertandingan berjalan semakin sengit. Skuat Garuda Nusantara yang tertinggal dua gol tak menyerah begitu saja, dan terus melancarkan serangan ke pertahanan Jepang.
Akan tetapi, upaya anak asuh Indra Sjafri itu untuk mencetak gol gagal membuahkan hasil. Sampai pertandingan berakhir, Timnas Indonesia U-19 kalah 0-2 dari Jepang.

Timnas Thailand U-19 tersanjung atas dukungan penuh suporter Indonesia

Thailand ternyata gagal untuk melangkah ke Piala Dunia U-20 2019 setelah tersingkir di perempat final Piala AFC U-19 2018. Tiket ke semifinal harus direlakan begitu saja setelah Timnas Thailand U-19 mengalami kekalahan dengan skor akhir 3-7 dari Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (28/10/2018) sore.
Walaupun merasa kecewa, Thailand mengaku tersanjung karena mereka saat itu mendapatkan dukungan penuh dari para suporter Indonesia.
Pada jalannya pertandingan, Thailand harus takluk setelah melewati babak tambahan waktu. Meski sempat unggul 3-2 hingga menit ke-86, Thailand akhirnya dipaksa untuk bermain imbang 3-3 oleh Qatar yang membuat laga tersebut harus diteruskan melalui babak tambahan.
Dalam 2×15 menit waktu tambahan, Qatar memaksimalkan pertandingan dengan menambah empat gol yang membuat Thailand gagal melangkah ke semifinal Piala AFC U-19 2018. Namun, pemandangan unik terjadi sepanjang laga.
Suporter Indonesia, yang datang mendukung Timnas Indonesia U-19 menghadapi Jepang di stadion yang sama pada Minggu malam, ternyata ikut memberikan dukungan juga kepada Thailand. Setiap kali Thailand mencetak gol dan mendapatkan peluang, suporter Indonesia bersorak mendukungnya. Tetapi sebaliknya, pada saat Qatar membobol gawang Thailand, penonton pun mencemooh.
Dukungan luar biasa yang diterima Thailand di SUGBK itu membuat sang pelatih yaitu Itshara Sritharo, merasa tersanjung. Ia berharap untuk keharmonisan bertetangga antara Indonesia dan Thailand bisa terjaga dengan baik.
“Kami merasa tersanjung dengan dukungan dari suporter Indonesia. Kami merasakan kehangatan mereka. Kami ingin menjaga keharmonisan yang ada karena kita semua bertetangga,” ujar Itshara Sritharo.
Thailand dan Indonesia menjadi dua negara Asia Tenggara yang telah melaju hingga ke perempat final Piala AFC U-19 2018. Itshara Sritharo menganggap bahwa ini merupakan langkah bagus bagi negara-negara ASEAN untuk bersaing dengan seluruh negara di Asia.
“Sangat bagus melihat dua tim dari Asia Tenggara berada di perempat final. Saya melihat negara-negara Asia Tenggara bisa kompetitif di level Asia. Semoga ke depan kita semua bisa sama-sama berkembang di antara negara-negara kuat sepak bola di Asia,” ujar pelatih Timnas Thailand U-19 itu.

Menguras emosi Ruben Sanadi saat Persebaya melawan Persipura

Ruben Sanadi sangat menantikan duel antara Persebaya Surabaya melawan Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (30/10/2018). Pemain yang berposisi bek kiri dari Persebaya itu akan menghadapi laga yang sarat akan emosional.
Dikarenakan, pemain yang berusia 32 tahun itu masih berseragam Persipura pada musim lalu sebelum ia bergabung bersama Persebaya. Memang pertandingan yang mempertemukan dua tim tersebut bukan untuk pertama kalinya dengan Persipura saat sebagai pemain Persebaya.
Ruben dulu ikut bermain dalam laga kontra Persipura di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (29/5/2018), pada saat putaran pertama. Laga itu harus berakhir imbang dengan skor 1-1. Namun, laga di Stadion Mandala yang pasti akan menguras emosinya.
“Setiap laga adalah final buat kami, siapa pun lawannya. Kami pikir diri sendiri dulu, jangan terlalu banyak pikirkan lawan. Saya memang melawan mantan tim, saya tetap terbaik untuk tim saya sekarang. Apa pun yang terjadi kami harus siap,” kata Ruben.
“Saya profesional kerja untuk Persebaya. Menghadapi Persipura, kami semua sudah tahu persipura tim kuat. Materi pemain semakin kuat dan tim sangat berpengalaman. Kami punya komitmen menghadapi laga ini,” imbuhnya.
Ruben memang bukan satu-satunya pemain Persebaya yang statusnya sebagai mantan dari Persipura. Harus diketahui bahwa terdapat delapan pemain lainnya yaitu, Osvaldo Haay, Fandry Imbiri, Feri Pahabol, Ricky Kayame, Nelson Alom, Izaac Wanggai, Otavio Dutra, dan Robertino Pugliara.
Persipura untuk saat ini terpuruk setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir. Paling baru adalah pada saat mereka dipermalukan Persija Jakarta di banyak hadapan pendukung sendiri di Stadion Mandala (25/10/2018).
Ruben menyadari bahwa calon lawannya ini akan memiliki misi yang khusus menghadapi timnya. Sangat mungkin, Boaz Solossa dkk. menjadikan laga tandang yang menjamu Persebaya sebagai sarana untuk bangkit.
“Mereka siap menghadapi kami, berarti mereka juga tidak ingin kalah dari kami. Saya tahu Persipura sekarang memang tidak lagi di papan atas seperti dulu. Tapi, sebenarnya tidak ada pengaruh buat mereka,” kata Ruben.